MALANG – Senin pagi yang sejuk di Kota Malang menjadi saksi bisu berkumpulnya para intelektual penggiat pendidikan internasional dari tiga kota besar di Jawa Timur. Bertempat di Aula Lantai 2 Kampus Al Azhar 56 Malang, puluhan guru spesialis Mathematics dan Science yang tergabung dalam jaringan Al Azhar Jawa Timur menggelar workshop strategis bertajuk “Penyusunan Soal dan Modul Persiapan CPC (Cambridge Primary Checkpoint) serta CLSC (Cambridge Lower Secondary Checkpoint).”

Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah ikhtiar besar untuk menyeragamkan standar kualitas dan mendongkrak performa akademik siswa Al Azhar di level internasional.

Antusiasme peserta tampak jelas dari latar belakang sekolah yang terlibat. Para pendidik yang hadir merupakan representasi sekolah-sekolah unggulan Al Azhar di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Dari Surabaya, hadir guru-guru dari SD Islam Al Azhar 11, SD Islam Al Azhar 35, SMP Islam Al Azhar 13, serta SMP Islam Al Azhar 62. Sementara itu, wilayah Sidoarjo diwakili oleh pendidik dari SD Islam Al Azhar 52 dan SMP Islam Al Azhar 54. Sebagai tuan rumah, Malang menghadirkan guru-guru dari SD Islam Al Azhar 56 dan SMP Islam Al Azhar 56. Pertemuan lintas wilayah ini menciptakan ruang diskusi yang dinamis dan kaya perspektif, mengingat setiap kota memiliki karakteristik peserta didik serta tantangan pembelajaran yang berbeda.

  

Workshop yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB tersebut berfokus pada bedah kurikulum Cambridge melalui telaah mendalam terhadap past paper. Para peserta secara kolaboratif melakukan pemetaan soal-soal tahun sebelumnya guna mengidentifikasi pola, tren kompetensi, serta tuntutan berpikir tingkat tinggi yang diharapkan dalam asesmen CPC dan CLSC. Kegiatan ini menegaskan bahwa persiapan ujian Cambridge tidak dapat berhenti pada latihan menjawab soal semata, melainkan harus dibangun melalui pemahaman konsep yang utuh dan terstruktur.

Ibu Hanifa Yunita, Ketua Tim Bilingual dan Cambridge YPI Al Azhar Jawa Timur, menjelaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah penyusunan modul yang lebih adaptif.

“Capaian nilai bukan satu-satunya target, melainkan pemahaman konsep yang mendalam. Melalui review dan analisis soal secara kolektif hari ini, kami menyusun modul persiapan CPC dan CLSC yang tidak hanya mengajarkan cara menjawab, tetapi mengasah logika berpikir siswa sesuai standar Cambridge,” ungkapnya.

Hadir sebagai tuan rumah, Kepala SMP Islam Al Azhar 56 Malang, Bapak H. Sifa Al Huda, S.Ag., M.Pd. memberikan pandangan yang futuristik terkait kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa kolaborasi antara Surabaya, Sidoarjo, dan Malang adalah kunci kekuatan Al Azhar di Jawa Timur.

“Dunia global tidak menunggu kita. Oleh karena itu, kesiapan guru dalam menyusun instrumen evaluasi yang berkualitas adalah harga mati. Workshop ini sangat penting agar kita memiliki standar yang sama kuatnya. Kami ingin memastikan lulusan Al Azhar, baik dari jenjang SD maupun SMP, memiliki sertifikasi internasional yang diakui dunia dan mampu bersaing dengan siswa manapun secara global,” tegas Bapak H. Sifa Al Huda dengan penuh optimisme.

Hasil akhir dari workshop ini adalah draf final modul persiapan yang akan segera diimplementasikan di seluruh sekolah Al Azhar se-Jawa Timur. Modul ini dirancang khusus untuk meminimalisir celah hambatan bahasa (language barrier) dan memperkuat penguasaan terminologi saintifik dalam bahasa Inggris bagi siswa.

Dengan berakhirnya kegiatan ini pada pukul 15.00 WIB, para pendidik kembali ke kota masing-masing membawa “amunisi” baru untuk mencetak generasi emas yang tidak hanya beradab secara islami, namun juga unggul dalam prestasi akademik internasional.

 

Penerimaan murid baru: https://smpia56.al-azhar.sch.id/brosur-pmb/

Kunjungi instagram sekolah kami: https://www.instagram.com/smpia56malang/

 

Postingan Terkait