Assalamualaikum Wr. Wb

Kepala SMP Islam Al Azhar 56 Malang         

Raih Juara 1 Lomba Kompetensi Kepala Sekolah SMP Islam Al Azhar se-Indonesia

Dengan Riset “Meningkatkan Adab Belajar Tepat Waktu melalui Pendekatan Disiplin Positif”

 

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh H. Sifa Al Huda, S.Ag., M.Pd., Kepala SMP Islam Al Azhar 56 Malang, sebagai salah satu kepala sekolah inspiratif yang berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Kompetensi Kepala Sekolah (LKKS) tingkat nasional dimana final kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dirat Dikdasmen YPI Al Azhar pada hari Sabtu, 19 Oktober 2024.

Dengan judul Penelitian Tindakan Sekolah “Meningkatkan Adab Belajar Tepat Waktu melalui Pendekatan Disiplin Positif,” karya Sifa berhasil menarik perhatian dewan juri dan diapresiasi karena relevansi, kreativitas, dan dampak positifnya bagi Pendidikan saat ini.

“Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi kemenangan bagi seluruh komunitas pendidikan khususnya di SMP Islam Al Azhar Jawa Timur,” ujar Sifa penuh syukur saat diwawancarai.

Penelitian yang dilakukan Sifa Al Huda berfokus pada cara meningkatkan kedisiplinan murid dalam belajar, terutama dalam hal ketepatan waktu saat kehadiran di sekolah. Ia menggunakan pendekatan disiplin positif, yang menekankan pemberian motivasi dan konsekuensi mendidik alih-alih hukuman.

“Saya ingin mengubah pola pikir bahwa disiplin bukan sekadar aturan keras, tapi bagian dari proses pembelajaran karakter,” ungkap Sifa. Dalam penelitiannya, ia menerapkan budaya disiplin positif yang bersifat edukatif seperti pemberian apresiasi, mentoring, dan refleksi bersama bagi murid yang terlambat.

Hasilnya? Tingkat keterlambatan murid menurun drastis, sementara kesadaran dan tanggung jawab murid terhadap waktu meningkat signifikan. Ini menunjukkan bahwa pendekatan disiplin positif mampu mendorong perubahan perilaku secara sukarela, bukan dengan paksaan.

Sifa memulai penelitiannya pada awal 2024, melibatkan murid kelas 7 dan 8 sebagai subjek penelitian. Selama beberapa bulan, ia dan tim guru mengumpulkan data keterlambatan, memonitor perkembangan murid, dan mengevaluasi program secara berkala.

“Tidak mudah membangun kebiasaan tepat waktu, apalagi jika kebiasaan sebelumnya sudah terbentuk. Tapi dengan kesabaran dan kolaborasi dengan guru dan orang tua, hasil positif akhirnya terlihat,” jelas Sifa.

Dukungan dari pihak sekolah dan orang tua menjadi kunci sukses dalam implementasi program ini. Para murid pun merasa lebih dihargai dengan adanya apresiasi atas usaha mereka, sehingga motivasi belajar mereka meningkat.

Lomba PTS dan PTK tingkat nasional ini diikuti oleh berbagai guru dan kepala sekolah TK, SD, SMP dan SMA Islam Al Azhar se Indonesia termasuk kepala sekolah SMP Islam Al Azhar di seluruh Indonesia, dengan fokus pada inovasi pendidikan dan solusi untuk masalah sekolah. Juri memberikan penilaian berdasarkan adab dan kebermaknaan, konten substansi dan penguasaan materi, keterampilan penyampaian, penggunaan media dan visual, dampak nyata, metode yang diterapkan, pengelolaan waktu dan keberlanjutan program.

Menurut salah satu juri, karya Sifa Al Huda menonjol karena berhasil menggabungkan pendekatan modern dengan nilai-nilai Adab Islami dalam konteks kedisiplinan. “Penelitian ini tidak hanya menyelesaikan masalah keterlambatan murid, tapi juga menanamkan karakter yang baik dan berkelanjutan,” ujar salah seorang juri.

Kemenangan ini menjadi inspirasi bagi para kepala sekolah dan guru-guru di sekolah sekolah Islam Al Azhar di seluruh Indonesia. “Ini adalah bukti bahwa kepala sekolah yang kreatif dan inovatif bisa menciptakan perubahan nyata di sekolah. Kemenangan ini menginspirasi kita semua untuk terus berinovasi dalam pendidikan,” ujar Drs. Ai Kiki Rokibah, Kepala Dirat Dikdasmen YPI Al Azhar.

Bagi Sifa Al Huda, kemenangan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal untuk terus mengembangkan pendekatan disiplin positif dalam pendidikan. “Saya berharap penelitian ini bisa menjadi contoh dan diterapkan lebih luas, tidak hanya di Al Azhar Jawa Timur tapi di seluruh sekolah Al Azhar lainnya di Indonesia,” kata Sifa yang sebelumnya juga menjabat di SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya.

Karya Sifa menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga soal pembentukan karakter. Dengan membangun kedisiplinan melalui nilai-nilai positif, murid akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, beradab dan bertanggung jawab.

“Adab belajar tepat waktu adalah pondasi penting untuk kesuksesan di masa depan,” pungkas Sifa dengan senyum penuh harap.

Prestasi ini mengukuhkan bahwa sekolah di bawah naungan YPI Al Azhar ini, tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam pembentukan dan penguatan adab sekaligus inovasi pendidikan. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa dengan kreativitas, dedikasi, dan kolaborasi, pendidikan bisa terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi generasi mendatang.

Sekolah Islam Al Azhar kini semakin optimis untuk terus berinovasi, melahirkan murid dan guru yang mampu “melukis masa depan” dengan prestasi dan karakter yang baik. Dan Sifa Al Huda? Ia telah menunjukkan bahwa disiplin positif bukan sekadar teori, melainkan langkah nyata dalam membentuk masa depan bangsa. Selamat kepada Sifa Al Huda, Kepala SMP Islam Al Azhar 56 Malang.  Semoga prestasi ini menjadi awal dari karya-karya hebat lainnya di dunia pendidikan.

Postingan Terkait